Kemauan

0
34
back kemauan
70314693 Muslim Wallpapers

Adalah Kunci Kemudahan agar bisa membaca dan memahami Al Qur’an

Semakin tingginya semangat beragama di kalangan kaum muslimin Indonesia pada beberapa tahun belakangan ini, ternyata belum sampai mengantarkan pada kesadaran dalam menjalankan perintah dan menjauhi larangan sebagai implementasi dari ketaqwaan kepada Allah SWT. dan konsekwensi menjadi orang islam. Karena Islam adalah Agama yang ajaran-ajarannya diwahyukan Tuhan kepada masyarakat manusia melalui Nabi Muhammad SAW sebagai Rasul yang hakikatnya membawa ajaran-ajaran yang tidak hanya mengenai satu segi tetapi mengenai berbagai segi dari kehidupan manusia yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadits.

Ibadah yang merupakan cerminan iman dari kaum muslimin masih sebatas ritual yang belum menyentuh pada esensinya, sehingga justru menjadi beban yang mengungkung pribadi muslim dalam menjalankannya. Para orang tua kesulitan menghadiri shalat jamaah di masjid karena terbentur kesibukan mencari nafkah, anak- anak menjauh dari Al-Qur’an setelah diwisuda di TPQ nya bahkan masyarakat muslim Indonesia terasing dari masjid-masjidnya. Karena mereka merasa bahwa masjid adalah milik dari para imam,mu’adzin dan pengurus – pengurusnya saja.

 Seolah-olah kewajiban agama hanyalah dipikul oleh orang orang taat saja, sedangkan orang awam tidak diperintahkan untuk selalu taat kepada Tuhannnya dimanapun dan kapanpun. Dalam melakukan aktifitas ekonomi,sosial, politik atau aktifitas apapun,muslim diperintahkan untuk melakukannya dalam rangka beribadah kepada Allah SWT. dimanapun dan dalam keadaan apapun, setiap muslim hendaknya berislam.

Maka kesadaran beragama perlu dibangun melalui pemahaman kembali terhadap sumber ajaran agama Islam yaitu Al-Qur’an  dan Hadits. Dan melalui kemudahan pemahaman Al-Qur’an sebagaimana janji Allah SWT. dalam QS. Al-Qamar 27 22 32 40 :

Dalil

Artinya : Dan sungguh-sungguh telah Kami mudahkan al-Qur`an untuk (menjadi) pelajaran, maka adakah orang yang (mau) mengambil pelajaran?

Penghayatan yang mendalam pada kitab suci akan menghantarkan pada pemahaman diri akan fitrahnya, karena Al-Qur’an senantiasa sesuai dengan fitrah kita sebagai manusia. Jadi Al-Qur’an pada hakikatnya wahyu dan kitab Allah SWT. yang hendak mengarahkan manusia agar tetap selaras dan harmoni dengan fitrahnya.

Setelah kita menggapai kembali fitrah melalui membaca,mempelajari dan memahami Al-Qur’an, insyaallah SWT. kita akan berada pada kesadaran untuk senantiasa menjaga diri dalam iman dan taqwa. karena potensi yang dimiliki manusia untuk melakukan kebaikan dan keburukan, seharusnya mengajarkan manusia memperkenankan perintah Allah SWT. yang dinyatakanNya  sesuai dengan fitrah.

Metode dari Program Pelatihan Terjemah Al-Qur’an/ PPTQ Safinda  merupakan satu dari beberapa metode yang dikembangkan oleh para Ulama untuk menjawab firman Allah SWT. dari QS. Al-Qamar ayat 27 22 32 40 tersebut. Allah SWT. selalu menyampaikan kebenaran dalam firman-firmanNya. Tidak ada keraguan di dalam Al-Qur’an karena sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertaqwa.

Dengan mempelajari dan memahami Al-Qur’an melalui metode PPTQ Safinda  selama 6 bulan berturut-turut dengan durasi 1 – 1,5 jam per minggu. InsyaAllah SWT. dengan hidayah dan ridho Allah SWT. yang diberikan kepada kita. Apabila kita ingin lancar dalam membaca dan menterjemahkan Al-Qur’an, pelajarilah juz 1 yang menjadi kunci dari kemudahan dalam membaca dan mempelajari surat surat berikutnya.

Kemudahan yang ditemukan dalam metode PPTQ Safinda merupakan perwujudan ikhtiar dalam meneladani cara Allah SWT. mengajarkan ayat-ayatNya kepada Nabi Muhammmad SAW dengan perantara Malaikat Jibril. Dengan menggunakan otak kanan sebagai penyimpan ilmu maka diharapkan peserta PPTQ Safinda  tidak perlu mencatat dan menghafal bahkan diperbolehkan lupa pada materi yang telah diajarkan, dikarenakan Allah SWT. Banyak menggunakan kosa kata yang sama dan diulang-ulang hingga mencapai 79% di dalam 30 juz dari Al-Qur’an.

Maka kemauan untuk belajar di segala usia menjadi kunci akan keberhasilan seseorang dalam menggapai suatu keinginan dan cita-cita. Termasuk mempelajari Al-Qur’an dengan langsung memahami maknanya. Karena seluruh pedoman hidup yang termuat dalam Al-Qur’an dalam kerangka fitrah itu hanya bisa dimengerti dan dipedomani,jika ada upaya memikirkan terhadap isi yang terkandung di dalamnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here